Tepat hari rabu tanggal 23 Juli 2008 bangsa indonesia merayakan hari anak nasional. Seperti tahun-tah
un sebelumnya ketika hari anak diperingati, ada saja acara-acara yang diadakan baik oleh sebuah yayasan,sekolahan atau sekarang juga lagi ngetrend play group ikut merayakannya. Berbagai lomba balita mulai dari lomba foto sampai lomba merangkak tercepat juga diadakan oleh beberapa pusat perbelanjaan bekerjasama dengan produk makanan anak untuk menyambut hari spesial bagi anak tersebut.
Mengamati trend yang sedang terjadi belakangan ini terkait dengan peringatan hari anak nasional, khususnya pengaruh pada perkembangan emosi dan psikis anak, tentu harapan besar disandarkan kepada anak kita mulai dari mereka dalam gendongan kedua orang tua. Pertanyaannya sekarang,apakah harapan itu akan terwujud di kemudian hari?? Merupakan suatu pertanyaan yang akan memacu kita untuk berusaha membantu mewujudkan mimpi para orang tua.
Ketika suatu harapan pada anak-anak ingin diwujudkan, langkah-langkah antisipasi perlu segera dilaksanakan. Antara lain :
1. Berusaha memberikan kebutuhan gizi pada anak-anak mulai dari bayi.
Dalam pembentukan otak, seorang bayi akan mengalami pembesaran otak mencapai 80% besar otak orang dewasa sampai dia berumur 3 tahun. Masa emas tersebut yaitu 0-3 tahun harus dimanfaatkan dalam pemenuhan gizi yang dibutuhkan otak. Pemberian ASI yang cukup minimal sampai 6 bulan (ASI eksklusif) sedapat mungkin diberikan oleh para ibu. Ikuti metode pembarian makanan padat dan susu formula sesuai dengan atuaran.
2. Metode pendidikan yang pas.
Seorang anak diberikan kemampuan oleh Tuhan untuk menerima rangsang dan pengetahuan baru secara bertahap. Sebuah kewajiban bagi para orang tua untuk memberikan pendidikan sesuai kemampuan mereka. Semakin banyak rangsang yang diberikan, semakin cepat pula para balita menangkap ilmu dan bertambah ketrampilannya. Ketika mereka masuk sekolah Taman Kanak-kanak, beragam ilmu mulai dari mewarnai, menyanyi dan bahkan membaca mulai diperkenalkan. Sebagai orang tua hendaklah dapat mendukung anak-anak mereka sehingga tidak kehilangan semangat dalam berkreativitas.Selain sekolah formal, ada pendidikan yang harus dilakukan oleh para orang tua untuk membentuk akhlak yang baik pada anak. 60% waktu anak adalah bersama orang tua mereka. pada saat itulah orang tua hendaknya dapa meberikan suatu pengertian,wawasan, kebiasaan yang baik pada anak. Seperti contoh pembelajaran untuk dapat merapikan kamar sendiri, merapikan almari pakaian, menghilangkan sifat manja, belajar bahasa jawa halus kepada orang tuan bagi warga yang tinggal di jawa. dsb. Ketika hal tersebut tidak dilakukan sejak dini, para orang tua akan kesulitan mengajarkannya pada saat mereka sudah besar.
3. Kasih sayang Orang Tua
Untuk menjaga emosional seorang anak, orang tua sudah semestinya membarikan kasih sayang yang tiada henti bagi mereka. Jangan sampai seorang anak kehilangan kasih sayang dan perlindungan yang seharusnya mereka dapatkan.
July 23, 2008 at 8:29 am |
yuupzzz……Do’aiN yah…Marshakyuuu meNang daLam Lomba Foto baLita…..ntaR d traktiR dehhh…
hayooo…mw d trakTir apa…!!??he3…loh bLom jD juaRa ko’ udh nawaRin trakTiran……he3…
boLeh dunk Mimpi2……..!!!kaLi ajah mEnang BeneraN…..
aMiiinnn………………..
^Luph^sHa…