Cinta..itu putih..itu indah..itu bersih…Puri cinta.. by Slank. Petikan lirik lagu tersebut dengan fasih dinyanyikan oleh anak dengan usia 10 tahun pada acara pentas anak cilik di sebuah stasiun swasta nasional. Ketika ekspresinya kurang juri komentar mengarahkan supaya lebih mendalami arti lirik lagunya. Bagaimana bisa mbak-mas-ibu-bapak komentator?????. Bercinta aja gak pernah, belum tahu rasanya jatuh cinta kok disuruh mendalami lagu dan menghayatinya.
Fenomena seperti itu sekarang banyak ditemui di hampir semua stasiun televisi. Anak-anak menyanyikan lagu orang dewasa yang tidak semestinya mereka nyanyikan. Walaupun cita-cita mereka sebenarnya hanyalah supaya dikenal dan terkenal di masyarakat dengan menjadi bintang cilik..tapi sebenarnya tujuan bisnis dari pemilik stasiun TV-lah yang menjadi dasar kenapa acara semacam itu banyak bermunculan. Memang bukan salah anak-anak menyanyikan lagu dengan tema cinta, perselingkuhan dan asmara. Permasalahannya mungkin karena memang sekarang ini sulit sekali ditemukan lagu anak-anak yang muncul yang bisa dinyanyikan oleh mereka. Masih ingat ketika kecil betapa terkenalnya lagu “Obok-obok oleh Joshua. Lagu ” semut-semut kecil oleh melisha. trio kwek-kwek dengan banyak lagu andalan mereka. Seolah-olah anak-anak menemukan dunia mereka dengan lagu-lagu anak. Kalau sekarang pencipta lagu seperti Papa T. Bob pun mungkin saja malas mencipta lagu karena alasan pasar yang kurang mendukung. Anak-anak jaman sekarang sudah terlanjur dengan lagu populer orang dewasa seperti ”O..o..kamu ketahuan.pacaran lagi dengan dirinya,,cinta sesaatku”, jadi mungkin aja sudah tidak melirik lagu anak-anak.
Apabila dilihat dari segi psikologis anak, fenomena lagu anak-anak yang kurang dan semakin gandrungnya mereka dengan lagu bertema cinta. hal tersebut dapat membawa dampak yang kurang baik dari segi perkembangan mental dan spiritual anak kita. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah dari faktor orang tua supaya dapat mengarahkan seperti apa lagu yang sesuai dengan usia mereka. Janganlah seorang anak diberdayakan untuk kemapanan orang tua dengan cara yang tidak pas, kurng sesuai dengan kaidah pendidikan anak. Dengan pendidikan dan kebiasaan yang tepat. generasi bangsa khususnya ana- dapat diarahkan sehingga sesuai dengan harapan semua pihak.
July 21, 2008 at 4:29 am |
Sudah banyak kritik yang ditujukan untuk acara TV yang menyelenggarakan acara tersebut, tetapi tetap saja tidak tidak dihiraukan.
Sepertinya perlu dimunculkan Papa T Bob Papa T Bob yang baru, sehingga lagu anak-anak tidak menjadi stagnan.